Friday, March 30, 2012

Bertahan Demo BBM, Mahasiswa Disusul Orangtua

Sebagian mahasiswa yang menggelar aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak masih bertahan di Universitas HKBP Nommensen, Sabtu 31 Maret 2012 dini hari. Mereka menolak untuk membubarkan diri.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro mengimbau para mahasiswa membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-asing. "Saya berjanji, tidak akan ada penangkapan kepada adik adik mahasiswa, silakan pulang ke rumah dan beristirahat," katanya.

Namun imbauan itu tak digubris oleh para mahasiswa. Mereka masih tetap bertahan di dalam kampus dan sekitar kampus tersebut. "Ini kampus kami. Kami tidak mau dibohongi, bubarkan dulu polisi dari sekitar kampus kami, baru kami akan membubarkan diri," teriak mahasiswa yang terdengar dari dalam kampusnya.

Sementara itu, rektor Universitas HKBP Nommensen juga meminta para mahasiswa untuk membubarkan diri. "Anak-anakku, pulanglah, keluarga kalian mencemaskan kalian," ujar rektor.

Namun mahasiswa justru semakin beringas dan semakin membabi buta melempari polisi. Dan mahasiswa memberanikan diri mendekat kearah polisi sembari tetap melempari polisi yang telah mundur beberapa langkah dari posisi sebelumnya.

Sementara itu, beberapa orangtua mahasiswa berdatangan ke lokasi demonstrasi. Mereka menanyakan kebeadaan anaknya yang hingga kini belum pulang ke rumah.
Polisi tarik mundur
Polisi akhrnya menarik pasukannya dari wilayah sekitar kampus HKBP Nommensen. Aparat kepolsian, Baracuda, dan meriam air milik yang sejak sore berada di sekitar kampus di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan tersebut langsung menjauhi wilayah kampus.

Kapolda juga memohon kepada para mahasiswa uintuk menyampaikan aspirasinya dengan tertib. Namun meskipun telah menarik munduir pasukannya mahasiswa masih merasa takut keluar dari dalam kampusnya. Akhirnya Pembantu Rektor III dan alumni HKBP Nommensen masuk ke dalam kampus untuk meyakinkan para juniornya bahwa tidak akan ada penangkapan jika mereka keluar dari kampusnya.

Satu per satiu mahasiswa keluar dari dalam kampusnya. Sebagian mahasiswa didampingingi alumni HKBP Nommensen langsung mendatangi Kapolda Sumut dan meminta beberapa rekan mereka yang ditangkap polisi agar dibebaskan.

Namun, permintaan tersebut belum akan dituruti. Kapolda mengatakan akan melakukan pemeriksaan terhadap kedua mahasiswa yang ditangkap saat bentrok dengan pihak kepolisian.

"Iya saya akan lepaskan mereka, tapi akan kita periksa dulu apakah mereka terlibat dalam pengrusakan pos polisi atau tidak. Saya juga sudah katakan kepada rektor untuk izin memeriksa mereka, kalau tidak terbukti akan kita lepaskan dik," ujar Irjen Wisnu.